-
Pengurus HMJ PGMI dan Ketua Jurusan PGMI IAIN Pekalongan
Dokumentasi Pengurus HMJ PGMI dan Ketua Jurusan PGMI IAIN Pekalongan
-
Pengurus HMJ PGMI
Dokumentasi Pengurus HMJ PGMI IAIN Pekalongan Periode 2022
-
Makrab dan Pra-Raker HMJ PGMI IAIN Pekalongan Periode 2022
Makrab dan Pra-Raker diadakan di Desa Dororejo, Pekalongan
-
Raker HMJ PGMI IAIN Pekalongan Periode 2022
Raker diadakan dI Desa Wonotunggal, Batang
-
Evaluasi Tengah Periode
HMJ PGMI melakukan Evaluasi Tengah Periode untuk mengevaluasi kegiatan selama setangah periode
Selasa, 26 Desember 2023
SIDANG PARIPURNA HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN 2023
Kamis, 23 November 2023
Membangun Akar Kuat Al-Qur'an: Pendidikan Tahfidz di Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar
Pendidikan
adalah kunci pembentukan karakter dan spiritualitas anak-anak. Dalam menjalani
kehidupan sehari-hari, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan
informasi, penting bagi anak-anak untuk memiliki dasar iman yang kuat. Salah
satu upaya nyata untuk mewujudkan hal ini adalah dengan mengintegrasikan
pendidikan tahfidz, yaitu pembelajaran dan penghafalan Al-Qur'an, di tingkat
Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD).
Arti
Penting Pendidikan Tahfidz di MI dan SD
Penghafalan
Al-Qur'an sebagai Warisan Budaya Islami: Pendidikan tahfidz di MI dan SD bukan
hanya tentang menghafal teks suci, tetapi juga menjadi sarana untuk mewariskan
budaya Islami yang kaya kepada generasi mendatang.
Pembentukan
Karakter dan Moralitas: Al-Qur'an bukan hanya petunjuk ibadah, tetapi juga
panduan etika dan moral. Pendidikan tahfidz membantu membentuk karakter siswa
dengan nilai-nilai Islami, seperti kejujuran, keadilan, dan kasih sayang.
Penguatan
Identitas Keislaman: Dengan mendalami Al-Qur'an sejak dini, siswa dapat
memperkuat identitas keislaman mereka. Ini memberikan dasar kuat untuk mereka
berinteraksi dengan dunia sekitar, menjadikan mereka agen perubahan positif.
Penanaman
Cinta kepada Al-Qur'an: Melalui proses penghafalan, siswa tidak hanya mengingat
teks, tetapi juga menciptakan ikatan emosional dan spiritual dengan Al-Qur'an.
Ini membantu menanamkan cinta kepada ajaran-ajaran Islam.
Strategi
Implementasi Pendidikan Tahfidz di MI dan SD
Integrasi
Kurikulum: Pendidikan tahfidz dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum MI dan
SD, sehingga siswa dapat belajar tidak hanya mata pelajaran umum tetapi juga
memperoleh kecakapan membaca Al-Qur'an.
Penggunaan
Metode Pembelajaran Interaktif: Metode pembelajaran yang interaktif dan menarik
akan membuat proses penghafalan lebih efektif. Penggunaan teknologi seperti
aplikasi dan multimedia juga dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa.
Pembinaan
oleh Pengajar yang Kompeten: Guru yang memiliki pengetahuan mendalam tentang
Al-Qur'an dan keterampilan dalam membimbing siswa dalam proses tahfidz sangat
penting. Pelatihan berkala untuk meningkatkan kemampuan mereka juga diperlukan.
Partisipasi
Orang Tua dan Masyarakat: Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan
tahfidz akan memberikan dukungan yang signifikan. Ini dapat dilakukan melalui
kegiatan-kegiatan seperti pengajian keluarga, seminar, atau kegiatan sosial
berbasis Islami.
Manfaat
Pendidikan Tahfidz di MI dan SD
Peningkatan
Prestasi Akademis: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar
tahfidz memiliki kemampuan konsentrasi yang lebih baik, yang dapat membantu
mereka dalam prestasi akademis.
Pembentukan
Akhlak Mulia: Pendidikan tahfidz membantu membentuk akhlak siswa, mengajarkan
nilai-nilai seperti kesabaran, ketekunan, dan rasa tanggung jawab.
Pemberdayaan
Anak sebagai Agen Perubahan: Dengan membekali anak-anak dengan pengetahuan
Al-Qur'an, mereka menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat. Mereka dapat
memberikan kontribusi dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Hubungan
yang Erat dengan Nilai Kemanusiaan: Al-Qur'an bukan hanya ajaran bagi umat
Islam, tetapi juga panduan untuk hidup berdampingan dan berkontribusi positif
kepada masyarakat. Pendidikan tahfidz membantu siswa mengaitkan nilai-nilai
kemanusiaan dengan ajaran Islam.
Kesimpulan
Pendidikan
tahfidz di MI dan SD bukan hanya tentang menghafal ayat demi ayat Al-Qur'an,
tetapi juga tentang pembentukan karakter, moralitas, dan kecintaan kepada
ajaran Islam. Dengan memahami nilai-nilai Al-Qur'an sejak dini, siswa dapat
tumbuh menjadi individu yang berkomitmen pada kebaikan, keadilan, dan
perdamaian. Melalui kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat,
pendidikan tahfidz di MI dan SD dapat menjadi pondasi kuat dalam membangun
generasi yang beriman, berakhlak, dan memberikan kontribusi positif kepada
masyarakat.
Pendidikan Inklusi di Era Abad 21: Menghadapi Tantangan, Membangun Kesetaraan
Pendidikan inklusi mencerminkan konsep bahwa setiap siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, seharusnya dapat belajar bersama teman sebaya mereka dalam lingkungan pendidikan mainstream. Ini melibatkan adaptasi kurikulum, metode pengajaran, dan lingkungan sekolah untuk memenuhi kebutuhan beragam siswa, sehingga memastikan bahwa tidak ada yang terpinggirkan dari akses pendidikan.
Tantangan
dalam Pendidikan Inklusi
Meskipun
semangat inklusi semakin berkembang, masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi
sistem pendidikan inklusif di era abad 21:
Persiapan
Guru: Guru memegang peran kunci dalam implementasi pendidikan inklusi.
Tantangan utama adalah memastikan bahwa guru memiliki keterampilan dan
pengetahuan yang cukup untuk mengelola kebutuhan beragam siswa di kelas mereka.
Dukungan
dan Sumber Daya: Pendidikan inklusi memerlukan sumber daya yang memadai,
termasuk dukungan spesialis dan peralatan pendukung. Kurangnya sumber daya
dapat menjadi hambatan serius dalam memberikan pendidikan yang setara.
Penerimaan
Masyarakat: Beberapa masyarakat masih menghadapi resistensi terhadap konsep
inklusi. Pendidikan harus berperan dalam membimbing masyarakat untuk mengatasi
stereotip dan memahami kebutuhan beragam siswa.
Manfaat
Pendidikan Inklusi di Era Abad 21
Pembangunan
Keterampilan Sosial: Dalam lingkungan inklusif, siswa belajar untuk
berinteraksi dengan teman sebaya yang memiliki kebutuhan khusus. Ini membangun
keterampilan sosial dan empati yang penting dalam masyarakat yang beragam.
Pengembangan
Kreativitas: Dengan adanya keberagaman di kelas, siswa diberi kesempatan untuk
melihat masalah dari berbagai sudut pandang. Ini merangsang kreativitas dan
pemikiran inovatif.
Persiapan
untuk Dunia Kerja yang Beragam: Masyarakat dan tempat kerja saat ini semakin
beragam. Pendidikan inklusi membantu siswa untuk memahami dan menghargai
keragaman, persiapan yang sangat penting untuk berhasil di dunia kerja yang
kompleks.
Pemberdayaan
Individu dengan Kebutuhan Khusus: Pendidikan inklusi mempromosikan pemberdayaan
individu dengan kebutuhan khusus, memberikan mereka kesempatan untuk belajar
dan berkembang sesuai dengan potensi mereka.
Implementasi
Pendidikan Inklusi
Pelatihan
Guru yang Berkelanjutan: Guru perlu mendapatkan pelatihan yang berkelanjutan
dalam strategi pengajaran inklusif, pemanfaatan teknologi, dan manajemen kelas
yang efektif.
Peningkatan
Sumber Daya: Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu berinvestasi dalam sumber
daya yang memadai, termasuk dukungan spesialis, teknologi pendukung, dan
fasilitas yang dapat diakses oleh semua.
Keterlibatan
Orang Tua dan Masyarakat: Meningkatkan pemahaman dan dukungan orang tua dan
masyarakat terhadap pendidikan inklusi adalah kunci kesuksesan. Seminar,
diskusi, dan kampanye penyadaran dapat membantu menciptakan lingkungan yang
mendukung.
Kesimpulan
Pendidikan
inklusi di era abad 21 bukan hanya tentang memberikan akses ke pendidikan bagi
semua, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang inklusif, menghargai
keberagaman, dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan global. Dengan
mengatasi tantangan yang dihadapi, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat
dalam prosesnya, pendidikan inklusi dapat menjadi kekuatan pendorong positif
dalam membentuk masa depan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Transformasi Pendidikan Menuju Kurikulum Merdeka: Mewujudkan Kemandirian dan Kreativitas Siswa
Makna
Kurikulum Merdeka
Kurikulum
Merdeka bukan hanya sekadar perubahan dalam kurikulum tradisional. Lebih dari
itu, konsep ini mengusung ide bahwa setiap sekolah memiliki keunikannya
sendiri, serta memberikan kewenangan kepada guru untuk menyesuaikan materi
pembelajaran dengan realitas lokal dan kebutuhan siswa. Hal ini menciptakan
suasana belajar yang lebih relevan dan memberdayakan siswa untuk mengembangkan
potensi mereka.
Fokus
pada Pengembangan Karakter
Salah
satu poin penting dalam Kurikulum Merdeka adalah penekanan pada pengembangan
karakter siswa. Selain memahami konsep-konsep akademis, siswa juga didorong
untuk mengembangkan sikap, nilai-nilai moral, serta keterampilan sosial yang
dapat membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan
tidak hanya berorientasi pada hasil akademis semata, tetapi juga pada
pembentukan manusia yang berintegritas dan berkontribusi positif dalam
masyarakat.
Kreativitas
dan Inovasi dalam Pembelajaran
Kurikulum
Merdeka memberikan ruang lebih untuk pengembangan kreativitas dan inovasi dalam
pembelajaran. Guru didorong untuk menggunakan metode-metode pembelajaran yang
inovatif, seperti proyek kolaboratif, penggunaan teknologi, dan pembelajaran
berbasis masalah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang
lebih dinamis, menantang, dan sesuai dengan perkembangan teknologi dan
kebutuhan dunia kerja.
Pengintegrasian
Teknologi dalam Pembelajaran
Sejalan
dengan semangat inovasi, Kurikulum Merdeka mendorong pengintegrasian teknologi
dalam proses pembelajaran. Penggunaan platform digital, perangkat lunak
pendidikan, dan sumber daya daring dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.
Selain itu, ini juga membantu mempersiapkan mereka menghadapi era digital yang
terus berkembang.
Partisipasi
Aktif Siswa
Kurikulum
Merdeka mengedepankan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Siswa
didorong untuk menjadi agen pembelajaran mereka sendiri dengan mengembangkan
keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi. Proses pembelajaran
bukan hanya tentang transfer pengetahuan dari guru ke siswa, tetapi juga
tentang membangun pemahaman bersama melalui diskusi dan eksplorasi.
Tantangan
dan Peran Guru
Meskipun
Kurikulum Merdeka membawa banyak potensi positif, tantangan juga muncul,
terutama dalam hal persiapan dan pembinaan guru. Guru perlu dilibatkan secara
aktif dalam proses pengembangan kurikulum dan terus meningkatkan keterampilan
mereka agar dapat mengimplementasikan metode pembelajaran yang lebih interaktif
dan kontekstual.
Kesimpulan
Kurikulum
Merdeka mewakili tonggak penting dalam transformasi pendidikan menuju arah yang
lebih relevan, dinamis, dan kreatif. Dengan memberikan kebebasan kepada sekolah
dan guru, serta menekankan pengembangan karakter dan kreativitas siswa,
diharapkan pendidikan dapat lebih efektif mempersiapkan generasi muda
menghadapi tantangan masa depan. Sementara masih ada perjalanan panjang dan
tantangan yang harus diatasi, Kurikulum Merdeka memberikan landasan yang kuat
untuk pembangunan sistem pendidikan yang lebih adaptif dan berdaya saing.
Metode Contextual Learning dalam Pendidikan
Contextual learning
adalah metode pembelajaran yang menekankan pentingnya konteks dalam proses
penerimaan informasi. Pendekatan ini berfokus pada hubungan antara konsep yang
diajarkan dan situasi dunia nyata di sekitar peserta didik. Dengan kata lain,
contextual learning bertujuan untuk membantu siswa mengaitkan pengetahuan
dengan konteks yang dapat mereka pahami dan relevan dalam kehidupan
sehari-hari.
Keuntungan Metode
Contextual Learning
Meningkatkan Keterlibatan
Siswa: Dengan mengaitkan materi pelajaran dengan situasi nyata, siswa merasa
lebih terlibat dalam pembelajaran. Hal ini dapat meningkatkan motivasi mereka
untuk memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep yang diajarkan.
Mempermudah Pemahaman:
Konteks memberikan kerangka kerja yang membantu siswa memahami konsep-konsep
abstrak dengan lebih baik. Dengan melihat bagaimana pengetahuan dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mereka dapat lebih mudah memahami dan
mengingat informasi tersebut.
Mendorong Kreativitas dan
Problem Solving: Contextual learning mendorong siswa untuk berpikir kritis dan
kreatif. Mereka tidak hanya belajar fakta, tetapi juga mengembangkan
keterampilan pemecahan masalah dengan menghadapi situasi dunia nyata.
Persiapan untuk Dunia
Kerja: Metode ini mempersiapkan siswa dengan pengetahuan yang dapat diterapkan
langsung dalam dunia kerja. Mereka belajar bagaimana menggunakan pengetahuan
mereka dalam konteks pekerjaan, yang dapat meningkatkan daya saing mereka di
pasar kerja.
Mengurangi Hambatan
Pemahaman: Siswa dengan latar belakang budaya atau pengalaman yang berbeda
dapat lebih mudah memahami materi jika dapat dihubungkan dengan pengalaman
mereka sendiri. Contextual learning mengurangi hambatan pemahaman yang mungkin
muncul karena perbedaan konteks.
Implementasi Metode
Contextual Learning
Desain Kurikulum yang
Relevan: Guru perlu merancang kurikulum yang mencakup studi kasus, proyek, atau
situasi dunia nyata yang dapat memberikan konteks pada materi pelajaran.
Penggunaan Teknologi:
Integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat memberikan konteks melalui
simulasi, video, atau studi kasus interaktif.
Kolaborasi antara Guru
dan Industri: Kerjasama antara dunia pendidikan dan industri dapat memberikan
pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan dunia kerja, sehingga kurikulum
dapat diarahkan ke arah yang lebih relevan.
Mendorong Diskusi dan
Kolaborasi Siswa: Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi, bekerja
sama dalam proyek, atau melakukan penelitian tentang topik tertentu dapat
meningkatkan pemahaman mereka melalui interaksi dan pembelajaran sosial.
Senin, 21 Agustus 2023
LOMBA DESAIN LOGO DIESNATALIS HMPS PGMI KE-10
Dalam rangka memperingati Hari Lahir PGMI Ke-10, maka HMPS PGMI mengadakan Lomba Desain Logo untuk ikut merayakan Puncak Harlah HMPS PGMI.
Link Pendaftaran : Klik Disini
Link Juklak Juknis : Klik Disini
CP :
0831-6250-4881(Anhar)
0895-0899-4181(Rusma)
Rabu, 28 Juni 2023
PELATIHAN MEDIA BELAJAR (PMB) HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN
Pada hari Minggu tanggal Delapan Belas bulan Juni tahun Dua Ribu Dua Puluh Tiga bertempat di Ruang 303 Lantai 3 Gedung GPT telah dilaksanakan Pelatihan Media Belajar dengan tema "Membangun Dasar Kreativitas Digital Mahasiswa dalam Lingkup Media Belajar" oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan 2023.
Kegiatan ini berjalan sebagai mana mestinya. Dimulai dari kegiatan offline registrasi hingga pembukaan acara pukul 09.00 WIB dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber, sesi tanya jawab. Kemudian jeda untuk ISHOMA pukul 12.00 WIB dilanjutkan dengan kegiatan follow up pukul 12.45 WIB. Kemudian ditutup dengan membaca doa dan tangkap layar guna dokumentasi kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh 27 orang secara offline. Pelatihan Media Belajar ini diadakan guna wadah untuk mahasiswa khususnya fakultas ilmu keguruan dalam kemampuan kompetensi digital terutama dalam lingkup media belajar. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dari tanggal ditetapkan dan ditutup pukul 14.00 WIB.
Dengan berita acara ini dibuat dalm rangkap secukupnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Kamis, 01 Juni 2023
BACA SIMAK AL-QU’RAN (BASAMAN) HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN 2023
ZIARAH DAN TADABBUR ALAM HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN 2023
Kamis, 11 Mei 2023
SEMINAR NASIONAL PGMI 2 HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN 2023
Sabtu, 15 April 2023
MAKAN BERSAMA DIBULAN RAMADHAN HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN 2023
PENDIDIKAN PESANTREN RAMADHAN HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN 2023
Pada hari Senin,Selasa,dan Rabu,tanggal Sepuluh,Sebelas,dan Dua Belas bulan April tahun Dua Ribu Dua Puluh Tiga bertempat di 10 SD/MI Batang-Pekalongan dengan tema “Mewujudkan Generasi Cerdas Islam Dengan Menciptakan Akhlakul Karimah Yang Berkualitas Di Bulan Suci Ramadhan”.Oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan 2023. Kegiatan berjalan sebagaimana mestinya. Dimulai dari pembukaan di masing-masing 10 SD/MI Batang-Pekalongan dilanjut penyampaian materi oleh para Tutor selama 2 hari, kemudian pada hari ketiga review materi melalui tayangan vidio,tutor memberi pertanyaan,dan bagi siswa yang menjawab pertanyaan diberi hadiah. Kemudian ditutup dengan Membaca do’a,penyerahan piagam,dan foto Bersama. Kegiatan ini dihadiri oleh 126 orang diantarannya Anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi, Mahasiswa Semester 2,4,dan 6 (Tutor) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan.Pendidikan Pesantren Ramadhan ini guna Wadah Untuk Mahasiswa Khususnya Pgmi Dalam Mengajar di SD/MI. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB tanggal ditetapkan dan ditutup pukul 10.00 WIB. Dengan berita acara ini dibuat dalam rangkap secukupnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Sabtu, 11 Maret 2023
HMPS PGMI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Adakan Pelatihan Skripsi
Pada hari Sabtu, tanggal Sebelas bulan Maret tahun Dua Ribu Dua Puluh Tiga bertempat di Ruang 315-316 Gedung FTIK Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, telah dilaksanakan Pelatihan Skripsi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Kegiatan berjalan sebagaimana mestinya. Dimulai dari pembukaan dilanjut penyampaian materi yang disampaikan oleh Ibu Juwita Rini M.Pd kemudian dilanjut sesi diskusi dan follow up (peserta mengisi link follow up yang sudah disediakan panitia yang terdiri dari nama, semester, dan judul skripsi guna untuk dikoreksi pemateri pada saat itu juga), kemudian ditutup dengan pembacaan doa. Kegiatan ini dihadiri oleh 90 orang diantarnya peserta pelatihan skripsi tahun angkatan 2019 Sampai 2022, delegasi ormawa salah satunya Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (HMPS TBIG), dan dihadiri Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), dan Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Pelatihan ini guna menunjang kemudahan mereka dalam penyusunan tugas akhir. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB tanggal ditetapkan dan ditutup pukul 12.00 WIB.
Kamis, 26 Januari 2023
FTIK Adakan Pelantikan Pengurus ORMAWA dan Sosialisasi Kebijakan Penggunaan Anggaran Dana Periode 2023
Organisasi
mahasiswa merupakan Lembaga yang sangat berpengaruh dalam dunia kampus.
Organisasi mahasiswa memiliki peranan dalam mendukung para mahasiswa dalam
meningkatkan soft skill. Oleh karena itu, organisasi sangat penting dan sangat
dibutuhkan dalam dunia kampus.
Pada
26 januari 2023 fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Pekalongan mengadakan pelantikan pengurus ORMAWA pada lingkungan FTIK UIN K.H.
Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan pelantikan pengurus ORMAWA merupakan
kegiatan yang setiap tahunnya diadakan setelah adanya pemilihan pengurus ORMAWA
yang dilkuka oleh LP2M UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melalui sistem
pemilihan secara online maupun melalui pemilihan pada saat siding paripurna.
Dalam acara pelantikan yang dilakukan
oleh DEKAN Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Pekalongan yaitu Bapak Sugeng solehudin, M.Pd. diikuti oleh wakil dekan, ketua
jurusan, sekretaris jurusan serta kurang lebih 100 mahasiswa yang masuk dalam
jajaran kepengurusan ORMAWA FTIK.
Dalam sambutannya DEKAN FTIK
berharap dengan adanya organisasi mahasiswa ini bisa membawa nama baik FTIK
dengan selalu menjaga kode etik mahasiswa serta juga bisa membuat FTIK semakin
berprestasi dan dikenal dikancah internasional.
Kamis, 19 Januari 2023
HMJ Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Mengadakan Kegiatan Makrab dan Pra Raker
HMJ Pendidikan Madrasah ibtidiyah UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengadakan kegiatan Makrab dan Pra Raker untuk pengurus HMJ PGMI Periode 2023. Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Wangkelang, Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan pada hari Rabu-Kamis, tanggal 18-19 januari 2023. Dengan tema “Menanamkan Kebersamaan, Mewujudkan Persatuan, Menghasilkan Persaudaraan”, kegiatan ini bertujuan untuk mengakrabkan pengurus HMJ PGMI Periode 2023 dan merancang program kerja selama satu periode kedepan. Kegiatan Makrab dan Pra Raker berlangsung dengan lancar, meskipun jalan yang dilalui tergolong sulit dan jauh, seluruh pengurus HMJ PGMI Periode 2023 dapat menghadiri kegiatan tersebut. Banyak tamu undangan mulai dari HMJ jurusan lain, Demisioner HMJ PGMI, SEMA FTIK dan DEMA FTIK juga turut hadir dalam kegiatan Makrab dan Pra Raker ini.
Dalam kegiatan Makrab dan Pra Raker, pengurus HMJ PGMI Periode 2023 dibekali dengan materi Manajemen Konflik dan Manajeman Organisasi yang disampaikan oleh saudari Mei Rahmawati selaku demisioner HMJ PGMI Periode 2021 dan materi Bedah AD/ART yang disampaikan oleh saudara Akhmad Dalil Rohman selaku demisioner HMJ PGMI Periode 2022 sekaligus Ketua Umum SEMA FTIK Periode 2023. Selain itu pada kegiatan ini juga diselenggarakan sosialisasi dari DEMA FTIK dan SEMA FTIK agar para pengurus dapat mengetahi lebih lanjut mengenai sistematika kepengurusan ormawa di FTIK.
Para demisioner HMJ PGMI juga saling bertukar cerita serta memberikan wejangan / nasihat kepada para pengurus HMJ PGMI periode 2023 ini untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi agar tetap terjalin dengan baik, dikarenakan keberhasilan dan kesuksesan acara yang diadakan sebuah organisasi ditentukan oleh komunikasi dan kekompakan antar pengurus dalam menjalankan tugasnya.
.png)
.png)
.png)

-1.webp)
-2.webp)
-3.webp)
-4.webp)














