-
Pengurus HMJ PGMI dan Ketua Jurusan PGMI IAIN Pekalongan
Dokumentasi Pengurus HMJ PGMI dan Ketua Jurusan PGMI IAIN Pekalongan
-
Pengurus HMJ PGMI
Dokumentasi Pengurus HMJ PGMI IAIN Pekalongan Periode 2022
-
Makrab dan Pra-Raker HMJ PGMI IAIN Pekalongan Periode 2022
Makrab dan Pra-Raker diadakan di Desa Dororejo, Pekalongan
-
Raker HMJ PGMI IAIN Pekalongan Periode 2022
Raker diadakan dI Desa Wonotunggal, Batang
-
Evaluasi Tengah Periode
HMJ PGMI melakukan Evaluasi Tengah Periode untuk mengevaluasi kegiatan selama setangah periode
Sabtu, 15 April 2023
MAKAN BERSAMA DIBULAN RAMADHAN HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN 2023
PENDIDIKAN PESANTREN RAMADHAN HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAYAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI K.H. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN 2023
Pada hari Senin,Selasa,dan Rabu,tanggal Sepuluh,Sebelas,dan Dua Belas bulan April tahun Dua Ribu Dua Puluh Tiga bertempat di 10 SD/MI Batang-Pekalongan dengan tema “Mewujudkan Generasi Cerdas Islam Dengan Menciptakan Akhlakul Karimah Yang Berkualitas Di Bulan Suci Ramadhan”.Oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan 2023. Kegiatan berjalan sebagaimana mestinya. Dimulai dari pembukaan di masing-masing 10 SD/MI Batang-Pekalongan dilanjut penyampaian materi oleh para Tutor selama 2 hari, kemudian pada hari ketiga review materi melalui tayangan vidio,tutor memberi pertanyaan,dan bagi siswa yang menjawab pertanyaan diberi hadiah. Kemudian ditutup dengan Membaca do’a,penyerahan piagam,dan foto Bersama. Kegiatan ini dihadiri oleh 126 orang diantarannya Anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi, Mahasiswa Semester 2,4,dan 6 (Tutor) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan.Pendidikan Pesantren Ramadhan ini guna Wadah Untuk Mahasiswa Khususnya Pgmi Dalam Mengajar di SD/MI. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB tanggal ditetapkan dan ditutup pukul 10.00 WIB. Dengan berita acara ini dibuat dalam rangkap secukupnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Sabtu, 11 Maret 2023
HMPS PGMI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Adakan Pelatihan Skripsi
Pada hari Sabtu, tanggal Sebelas bulan Maret tahun Dua Ribu Dua Puluh Tiga bertempat di Ruang 315-316 Gedung FTIK Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, telah dilaksanakan Pelatihan Skripsi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Kegiatan berjalan sebagaimana mestinya. Dimulai dari pembukaan dilanjut penyampaian materi yang disampaikan oleh Ibu Juwita Rini M.Pd kemudian dilanjut sesi diskusi dan follow up (peserta mengisi link follow up yang sudah disediakan panitia yang terdiri dari nama, semester, dan judul skripsi guna untuk dikoreksi pemateri pada saat itu juga), kemudian ditutup dengan pembacaan doa. Kegiatan ini dihadiri oleh 90 orang diantarnya peserta pelatihan skripsi tahun angkatan 2019 Sampai 2022, delegasi ormawa salah satunya Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (HMPS TBIG), dan dihadiri Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), dan Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Pelatihan ini guna menunjang kemudahan mereka dalam penyusunan tugas akhir. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB tanggal ditetapkan dan ditutup pukul 12.00 WIB.
Kamis, 26 Januari 2023
FTIK Adakan Pelantikan Pengurus ORMAWA dan Sosialisasi Kebijakan Penggunaan Anggaran Dana Periode 2023
Organisasi
mahasiswa merupakan Lembaga yang sangat berpengaruh dalam dunia kampus.
Organisasi mahasiswa memiliki peranan dalam mendukung para mahasiswa dalam
meningkatkan soft skill. Oleh karena itu, organisasi sangat penting dan sangat
dibutuhkan dalam dunia kampus.
Pada
26 januari 2023 fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Pekalongan mengadakan pelantikan pengurus ORMAWA pada lingkungan FTIK UIN K.H.
Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan pelantikan pengurus ORMAWA merupakan
kegiatan yang setiap tahunnya diadakan setelah adanya pemilihan pengurus ORMAWA
yang dilkuka oleh LP2M UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melalui sistem
pemilihan secara online maupun melalui pemilihan pada saat siding paripurna.
Dalam acara pelantikan yang dilakukan
oleh DEKAN Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Pekalongan yaitu Bapak Sugeng solehudin, M.Pd. diikuti oleh wakil dekan, ketua
jurusan, sekretaris jurusan serta kurang lebih 100 mahasiswa yang masuk dalam
jajaran kepengurusan ORMAWA FTIK.
Dalam sambutannya DEKAN FTIK
berharap dengan adanya organisasi mahasiswa ini bisa membawa nama baik FTIK
dengan selalu menjaga kode etik mahasiswa serta juga bisa membuat FTIK semakin
berprestasi dan dikenal dikancah internasional.
Kamis, 19 Januari 2023
HMJ Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Mengadakan Kegiatan Makrab dan Pra Raker
HMJ Pendidikan Madrasah ibtidiyah UIN K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengadakan kegiatan Makrab dan Pra Raker untuk pengurus HMJ PGMI Periode 2023. Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Wangkelang, Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan pada hari Rabu-Kamis, tanggal 18-19 januari 2023. Dengan tema “Menanamkan Kebersamaan, Mewujudkan Persatuan, Menghasilkan Persaudaraan”, kegiatan ini bertujuan untuk mengakrabkan pengurus HMJ PGMI Periode 2023 dan merancang program kerja selama satu periode kedepan. Kegiatan Makrab dan Pra Raker berlangsung dengan lancar, meskipun jalan yang dilalui tergolong sulit dan jauh, seluruh pengurus HMJ PGMI Periode 2023 dapat menghadiri kegiatan tersebut. Banyak tamu undangan mulai dari HMJ jurusan lain, Demisioner HMJ PGMI, SEMA FTIK dan DEMA FTIK juga turut hadir dalam kegiatan Makrab dan Pra Raker ini.
Dalam kegiatan Makrab dan Pra Raker, pengurus HMJ PGMI Periode 2023 dibekali dengan materi Manajemen Konflik dan Manajeman Organisasi yang disampaikan oleh saudari Mei Rahmawati selaku demisioner HMJ PGMI Periode 2021 dan materi Bedah AD/ART yang disampaikan oleh saudara Akhmad Dalil Rohman selaku demisioner HMJ PGMI Periode 2022 sekaligus Ketua Umum SEMA FTIK Periode 2023. Selain itu pada kegiatan ini juga diselenggarakan sosialisasi dari DEMA FTIK dan SEMA FTIK agar para pengurus dapat mengetahi lebih lanjut mengenai sistematika kepengurusan ormawa di FTIK.
Para demisioner HMJ PGMI juga saling bertukar cerita serta memberikan wejangan / nasihat kepada para pengurus HMJ PGMI periode 2023 ini untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi agar tetap terjalin dengan baik, dikarenakan keberhasilan dan kesuksesan acara yang diadakan sebuah organisasi ditentukan oleh komunikasi dan kekompakan antar pengurus dalam menjalankan tugasnya.
Rabu, 14 Desember 2022
Pentingnya Penguasaan Informasi Teknologi Bagi Guru dalam Pembelajaran
Perkembangan zaman yang semakin maju dan modern merubah semua lini aspek
kehidupan kita termasuk teknologi. Semakin hari teknologi mengalami perkembangan
yang sangat cepat dan tidak dapat terbendungkan oleh karenanya zaman sekarang
disebut zaman digital. Pada zaman digital seperti sekarang ini semua orang
berlomba-lomba dalam mengembangkan teknologi, tidak terkecuali di bidang
pendidikan. Pendidikan pada dasarnya
menuntut seorang siswa untuk memahami materi yang disampaikan oleh gurunya. Oleh
karenya guru perlu mempunyai sikap profesionalisme. Pentingnya profesionalime
guru, akan menjadi suatu faktor penentu proses pendidikan yang bermutu.
Berkenaan dengan profesionalisme guru, PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang
guru, menyebutkan empat kompetensi yang harus dikuasai yaitu pedagogik,
kepribadian, sosial, dan profesional. Kompetensi profesional dapat diartikan
sebagai kemampuan guru untuk menguasai serta memanfaatkan berbagai sumber daya
untuk mendukung pembelajaran, termasuk kemampuan untuk menguasai ilmu
pengetahuan serta teknologi informasi dan komunikasi sesuai dengan perkembangan
zaman. Guru memegang peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan proses
belajar mengajar, oleh karena itu pengetahuan, keterampilan serta penguasaan
teknologi informasi dapat mendukung proses pembelajaran menjadi sesuatu hal
yang berguna untuk diketahui oleh guru saat ini ini. Guru harus berhadapan
dengan tiga
isu penting di masa depan yaitu: menjadi
orang-orang yang lebih kompetitif atas perkembangan global; siap dalam
peningkatan kualitas, inovasi, dan pelayanan; dan melaksanakan teknologi
informasi berbasis jaringan.
Dalam bidang pendidikan terdapat
tiga jenis penerapan teknologi yaitu guru menggunakan teknologi ke dalam
pengajaran di ruang kelas, untuk merencanakan pengajaran dan penyajian isi
pelajaran kepada siswa; guru menggunakan
teknologi untuk presentasi; dan guru menggunakan teknologi untuk mengerjakan tugas
administrasi yang terkait dengan profesinya, seperti penilaian, pembuatan
catatan, pelaporan, dan tugas pengelolaan.
Namun, bagaimana jika seorang guru gagap teknologi dalam melakukan suatu
proses pembelajaran? Gagap teknologi sama halnya dengan seseorang yang tidak
pandai mengoperasikan teknologi secara baik yang disebabkan karena
ketidaktahuan dengan kemajuan teknologi yang ada ataupun tidak mau belajar akan
kemajuan teknologi saat ini. Dalam berbagai hasil penelitian dan tulisan,
mensinyalir ada sekitar 70 s/d 90% guru dalam pemanfaatan kemajuan teknologi
informasi dalam proses pembelajaran dan kegiatan lain dianggap masih gagap
teknologi. Jika kondisi dilapangan bener adanya maka pendidikan di Indonesia
masih belum bisa dianggap berkembang mengikuti perkembangan zaman yang semakin
cepat mengalami perubahan. Guru seharusnya pada zaman seperti sekarang ini
harus melek akan teknologi karena pembelajaran konvensional seperti dahulu tidak cocok digunakan pada zaman sekarang dan
akan menjadikan siswa kurang minat akan pembelajaran yang disampaikan di kelas.
Siswa pada zaman sekarang ini lebih tertarik akan hal-hal yang berbau akan
teknologi sepeti memberikan menerapkan pembelajaran berbasis animasi ataupun
aplikasi dalam pembelajaran sehingga perhatian siswa akan tertuju ke materi dan
menjadikan siswa mudah memahami materi yang akan guru sampaikan kepada siswa.
Maka dari itu, guru sebagai mediator pendidikan harus selalu meningkatkan keprofesionalismenya seiring dengan teknologi yang semakin berkembang pesat di segala bidang, salah satunya bidang pendidikan. Guru harus profesional sesuai dengan amanat undang-undang dan guru dapat memadukan teknologi dalam pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan stimulus siswa dalam belajar menjadi tinggi, dengan demikian sangat berpengaruh baik terhadap prestasi belajar siswa. Dalam mengatasi problematika guru dalam menguasai teknologi, beberapa hal yang dapat diterapkan diantaranya: 1) pengadaan sarana lengkap dan memadai bagi guru; 2) melaksanakan program pelatihan rutin dalam bidang TIK dalam proses pembelajaran; dan 3) melaksanakan kegiatan pelatihan tentang metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Dari pernyataan tersebut, diharapkan dapat menjadi solusi untuk guru yang masih belum maksimal dalam menguasai teknologi.
Senin, 12 Desember 2022
Pembelajaran Seni Tari di Ranah SD/MI
Pembelajaran adalah
kegiatan formal yang dilakukan di sekolah, perguruan tinggi atau di lingkungan
lainnya. Pembelajaran akan berjalan lancar jika ada perencanaan dan kegiatan
antara pendidik dan peserta didik. Pembelajaran di sekolah dasar merupakan
pembelajaran formal antara peserta didik dan pendidik yang memberikan
pengetahuan untuk pemahaman dasar peserta didik dalam perkembangan motorik.
Dunia anak-anak adalah
dunia bermain. Menurut
Dra. Widia Pakerti, Ppd dkk hakikat seni adalah langsung dan tidak langsung.
Media langsung adalah media ekspresi, media komunikasi dan media bermain. Media
bermain pada masa kanak-kanak tampaknya merupakan masa bermain yang paling
menonjol, karena hampir setiap anak tidak pernah menghentikan kegiatan
tersebut. Oleh karena itu, kegiatan dan bentuk seni untuk anak lebih tepat
menggunakan pola atau bentuk seni yang bernuansa permainan.
Pembelajaran seni tari
merupakan sarana yang mengajak peserta didik untuk bermain dan belajar. Selain
membantu pembentukan keterampilan motorik pada anak di bawah usia 12 tahun,
pembelajaran menari juga bertujuan untuk menumbuhkan kepekaan estetis dan
artistik sehingga terbentuk sikap kritis, apresiatif, dan kreatif pada diri peserta didik. Selain itu pembelajaran tari juga mengandung
unsur pesan budaya, yakni agar generasi muda dapat mengenal, mengembangkan dan
melestarikan budaya tari di sekolah dasar dan lingkungan lainnya.
Diadakannya pelajaran tari di sekolah dasar
bertujuan untuk mengajarkan anak-anak untuk berani berekspresi tanpa malu. Melatih
anak dalam kegiatan menari membutuhkan kesabaran, karena banyak anak yang masih
malu-malu, tidak percaya diri dan masih sering bercanda, melihat keadaan saat
ini pelatih menggunakan teknik permainan, dalam berlatih tari tradisional
selain bermain di kelas siswa juga mendapatkan ilmu dan menjaga kesehatan
tubuh. Tetapi tidak hanya tari yang membantu anak mengembangkan keterampilan
motorik, ada juga seni lain yang mendukungnya.
Pada umumnya anak suka
bermain terutama dalam hal praktik, sehingga dalam proses belajar menari,
pelatih tidak memaksakan peserta didik belajar dengan serius, anak masih banyak
bercanda dan masih asyik bermain sendiri. Bukan perkara mudah ketika terlibat
langsung dalam memberikan pembelajaran di sekolah dasar yang berkaitan dengan
pelatihan tari, dibutuhkan kesabaran dan pemahaman yang kuat untuk
mengendalikan situasi. Selama proses pembelajaran pelatih menggunakan teknik
bermain, dengan tujuan agar peserta didik tidak bosan. Sudah bisa ditebak jika
anak mulai bosan dan rewel, maka kegiatan belajar tidak akan berjalan maksimal.
Ketika anak usia dini
melihat dan memperhatikan segala sesuatu yang mereka lihat, mereka dengan cepat
mengikuti apa yang dilihat jika itu menarik minat mereka. Sifat peniru yang
dilakukan peserta didik merupakan sifat yang menarik, selain melihat peserta
didik yang aktif, peserta didik juga
terlihat mencoba hal-hal baru. Sangat mudah mengarahkan peserta didik untuk
menghafal teknik dasar gerakan tari, gerakan yang dipilih bukanlah gerakan yang
sulit untuk dihafal, melainkan gerakan sederhana yang sesuai dengan usianya.
Pada usia yang relatif muda, peserta didik akan cepat mempelajari apa yang
telah dilihat dan dilakukan. Sehingga pada usia ini sangat baik untuk mengajak anak
mengenal tarian tradisional dengan harapan budaya Indonesia tetap
lestari.
——————————————————————————————————
Reporter : Salisa Mawaddah
Editor : Aan Fadia Annur, M.Pd.
Redaktur : Departemen Jaringan, Komunikasi dan Informasi












