Himpunan Mahasiswa Program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Rabu, 14 Desember 2022

Pentingnya Penguasaan Informasi Teknologi Bagi Guru dalam Pembelajaran

Perkembangan zaman yang semakin maju dan modern merubah semua lini aspek kehidupan kita termasuk teknologi. Semakin hari teknologi mengalami perkembangan yang sangat cepat dan tidak dapat terbendungkan oleh karenanya zaman sekarang disebut zaman digital. Pada zaman digital seperti sekarang ini semua orang berlomba-lomba dalam mengembangkan teknologi, tidak terkecuali di bidang pendidikan. Pendidikan pada dasarnya menuntut seorang siswa untuk memahami materi yang disampaikan oleh gurunya. Oleh karenya guru perlu mempunyai sikap profesionalisme. Pentingnya profesionalime guru, akan menjadi suatu faktor penentu proses pendidikan yang bermutu.

Berkenaan dengan profesionalisme guru, PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru, menyebutkan empat kompetensi yang harus dikuasai yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Kompetensi profesional dapat diartikan sebagai kemampuan guru untuk menguasai serta memanfaatkan berbagai sumber daya untuk mendukung pembelajaran, termasuk kemampuan untuk menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi informasi dan komunikasi sesuai dengan perkembangan zaman. Guru memegang peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, oleh karena itu pengetahuan, keterampilan serta penguasaan teknologi informasi dapat mendukung proses pembelajaran menjadi sesuatu hal yang berguna untuk diketahui oleh guru saat ini ini. Guru harus berhadapan dengan tiga isu penting di masa depan yaitu: menjadi orang-orang yang lebih kompetitif atas perkembangan global; siap dalam peningkatan kualitas, inovasi, dan pelayanan; dan melaksanakan teknologi informasi berbasis jaringan.

Dalam bidang pendidikan terdapat tiga jenis penerapan teknologi yaitu guru menggunakan teknologi ke dalam pengajaran di ruang kelas, untuk merencanakan pengajaran dan penyajian isi pelajaran kepada siswa;  guru menggunakan teknologi untuk presentasi; dan guru menggunakan teknologi untuk mengerjakan tugas administrasi yang terkait dengan profesinya, seperti penilaian, pembuatan catatan, pelaporan, dan tugas pengelolaan.

Namun, bagaimana jika seorang guru gagap teknologi dalam melakukan suatu proses pembelajaran? Gagap teknologi sama halnya dengan seseorang yang tidak pandai mengoperasikan teknologi secara baik yang disebabkan karena ketidaktahuan dengan kemajuan teknologi yang ada ataupun tidak mau belajar akan kemajuan teknologi saat ini. Dalam berbagai hasil penelitian dan tulisan, mensinyalir ada sekitar 70 s/d 90% guru dalam pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dalam proses pembelajaran dan kegiatan lain dianggap masih gagap teknologi. Jika kondisi dilapangan bener adanya maka pendidikan di Indonesia masih belum bisa dianggap berkembang mengikuti perkembangan zaman yang semakin cepat mengalami perubahan. Guru seharusnya pada zaman seperti sekarang ini harus melek akan teknologi karena pembelajaran konvensional seperti dahulu  tidak cocok digunakan pada zaman sekarang dan akan menjadikan siswa kurang minat akan pembelajaran yang disampaikan di kelas. Siswa pada zaman sekarang ini lebih tertarik akan hal-hal yang berbau akan teknologi sepeti memberikan menerapkan pembelajaran berbasis animasi ataupun aplikasi dalam pembelajaran sehingga perhatian siswa akan tertuju ke materi dan menjadikan siswa mudah memahami materi yang akan guru sampaikan kepada siswa.

Maka dari itu, guru sebagai mediator pendidikan harus selalu meningkatkan keprofesionalismenya seiring dengan teknologi yang semakin berkembang pesat di segala bidang, salah satunya bidang pendidikan. Guru harus profesional sesuai dengan amanat undang-undang dan guru dapat memadukan teknologi dalam pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan stimulus siswa dalam belajar menjadi tinggi, dengan demikian sangat berpengaruh baik terhadap prestasi belajar siswa. Dalam mengatasi problematika guru dalam menguasai teknologi, beberapa hal yang dapat diterapkan diantaranya: 1) pengadaan sarana lengkap dan memadai bagi guru; 2) melaksanakan program pelatihan rutin dalam bidang TIK dalam proses pembelajaran; dan 3) melaksanakan kegiatan pelatihan tentang metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Dari pernyataan tersebut, diharapkan dapat menjadi solusi untuk guru yang masih belum maksimal dalam menguasai teknologi.

——————————————————————————————————
Reporter   : Mochamad Ron Yani
Editor       : Aan Fadia Annur, M.Pd.
Redaktur  : Departemen Jaringan, Komunikasi dan Informasi

Share:

Senin, 12 Desember 2022

Pembelajaran Seni Tari di Ranah SD/MI

Pembelajaran adalah kegiatan formal yang dilakukan di sekolah, perguruan tinggi atau di lingkungan lainnya. Pembelajaran akan berjalan lancar jika ada perencanaan dan kegiatan antara pendidik dan peserta didik. Pembelajaran di sekolah dasar merupakan pembelajaran formal antara peserta didik dan pendidik yang memberikan pengetahuan untuk pemahaman dasar peserta didik dalam perkembangan motorik.

Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Menurut Dra. Widia Pakerti, Ppd dkk hakikat seni adalah langsung dan tidak langsung. Media langsung adalah media ekspresi, media komunikasi dan media bermain. Media bermain pada masa kanak-kanak tampaknya merupakan masa bermain yang paling menonjol, karena hampir setiap anak tidak pernah menghentikan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, kegiatan dan bentuk seni untuk anak lebih tepat menggunakan pola atau bentuk seni yang bernuansa permainan.

Pembelajaran seni tari merupakan sarana yang mengajak peserta didik untuk bermain dan belajar. Selain membantu pembentukan keterampilan motorik pada anak di bawah usia 12 tahun, pembelajaran menari juga bertujuan untuk menumbuhkan kepekaan estetis dan artistik sehingga terbentuk sikap kritis, apresiatif, dan kreatif pada diri peserta didik.  Selain itu pembelajaran tari juga mengandung unsur pesan budaya, yakni agar generasi muda dapat mengenal, mengembangkan dan melestarikan budaya tari di sekolah dasar dan lingkungan lainnya.

Diadakannya pelajaran tari di sekolah dasar bertujuan untuk mengajarkan anak-anak untuk berani berekspresi tanpa malu. Melatih anak dalam kegiatan menari membutuhkan kesabaran, karena banyak anak yang masih malu-malu, tidak percaya diri dan masih sering bercanda, melihat keadaan saat ini pelatih menggunakan teknik permainan, dalam berlatih tari tradisional selain bermain di kelas siswa juga mendapatkan ilmu dan menjaga kesehatan tubuh. Tetapi tidak hanya tari yang membantu anak mengembangkan keterampilan motorik, ada juga seni lain yang mendukungnya.

Pada umumnya anak suka bermain terutama dalam hal praktik, sehingga dalam proses belajar menari, pelatih tidak memaksakan peserta didik belajar dengan serius, anak masih banyak bercanda dan masih asyik bermain sendiri. Bukan perkara mudah ketika terlibat langsung dalam memberikan pembelajaran di sekolah dasar yang berkaitan dengan pelatihan tari, dibutuhkan kesabaran dan pemahaman yang kuat untuk mengendalikan situasi. Selama proses pembelajaran pelatih menggunakan teknik bermain, dengan tujuan agar peserta didik tidak bosan. Sudah bisa ditebak jika anak mulai bosan dan rewel, maka kegiatan belajar tidak akan berjalan maksimal.

Ketika anak usia dini melihat dan memperhatikan segala sesuatu yang mereka lihat, mereka dengan cepat mengikuti apa yang dilihat jika itu menarik minat mereka. Sifat peniru yang dilakukan peserta didik merupakan sifat yang menarik, selain melihat peserta didik  yang aktif, peserta didik juga terlihat mencoba hal-hal baru. Sangat mudah mengarahkan peserta didik untuk menghafal teknik dasar gerakan tari, gerakan yang dipilih bukanlah gerakan yang sulit untuk dihafal, melainkan gerakan sederhana yang sesuai dengan usianya. Pada usia yang relatif muda, peserta didik akan cepat mempelajari apa yang telah dilihat dan dilakukan. Sehingga pada usia ini sangat baik untuk mengajak anak mengenal tarian tradisional dengan harapan budaya Indonesia tetap lestari.

——————————————————————————————————

Reporter   : Salisa Mawaddah

Editor       : Aan Fadia Annur, M.Pd.

Redaktur  : Departemen Jaringan, Komunikasi dan Informasi

Share:

Jumat, 09 Desember 2022

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pendidikan

Kemajuan ilmu teknologi sekarang ini sangat berkembang pesat. Bahkan telah banyak mengubah cara pandang dan gaya hidup masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Berbeda halnya dengan zaman dulu sebelum virus corona-19 melanda. Keberadaan dan peranan teknologi informasi dalam sistem pendidikan belum berperan aktif  karena pembelajaran pada waktu itu masih dilakukan dengan pertemuan tatap muka. Ketika virus covid-19 muncul, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangat dibutuhkan terutama bagi pelajar dari mahasiswa bahkan sampai ke jejang SD/MI. Dimana hal itu tak jarang meyulitkan mereka yang ingin menimba ilmu secara langsung. Secara tidak langsung mereka dituntut harus bisa dan terbiasa menggunakan teknologi guna mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran jarak jauh ini juga telah membawa era baru perkembangan dunia pendidikan, akan tetapi sumber keberhasilan dunia pendidikan ini belum diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia yang memadai untuk itu setiap tenaga pendidik baik yang muda maupun tua dituntut agar dapat mengikuti perkembangan teknologi guna memajukan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Tapi hal ini cukup menyulitkan bagi tenaga pendidik yang sudah cukup berumur karena sulit untuk memahami teknologi pada saat ini.

Peningkatan kinerja pendidikan pada saat ini sering kali dibutuhkan akses internet guna mepermudah mendapatkan informasi dari jarak jauh. Akses internet ini merupakan kemampuan suatu individu atau kelompok untuk tersambung ke jaringan internet menggunakan terminal komputer, komputer, handphone atau perangkat lainnya. Akses internet sering mengalami hambatan untuk menerima informasi terutama di daerah yang minim signal.  Karena terhambatnya akses internet siswa juga terhambat pembelajarannya untuk mengikuti pembelajaran yang berlangsung lewat via zoom, gmeet atau aplikasi lainnya, juga terhambatnya dalam menerima materi dan mengumpulkan tugas. Untuk itu, di pedasaan yang minim sinyal biasanya ada bantuan dari pemerintah desa yang dipasangkan Wi-Fi di setiap RT guna menunjang kelancaran pembelajaran jarak jauh. Peningkatan kinerja pendidikan di masa mendatang diperlukan sistem informasi dan teknologi informasi yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung, tetapi lebih sebagai senjata utama untuk mendukung keberhasilan dunia pendidikan sehingga mampu bersaing di pasar global.

Posisi teknologi informasi dan komuikasi (TIK) perlu digambarkan, sehingga keberadaannya menjadi jelas. Poisisi TI sering disamakan dengan TIK , sehingga sering salah dalam menentukan posisinya. TIK memiliki bidang kajian yang bermacam-macam, karena dalam TIK tidak hanya membahas masalah teknologi informasi dan computer, tetapi juga membahas teknologi komunikasi. Adapun kajian TIK seperti, e-Learning, manajemen informasi, teknologi informasi, teknologi komputer, sistem informasi manajemen, internet, teknologi telekomunikasi (handphone, dll), teknologi jaringan komputer, sistem keamanan jaringan computer, dan sistem basis data.

Perubahan di dalam semua segi kehidupan dewasa ini terutama disebabkan karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Terjadinya perubahan besar tersebut oleh karena sumber kekuatan dan kemakmuran suatu masyarakat atau Negara bukan lagi ditentukan oleh luas wiayahnya atau kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah, akan tetapi telah berpindah kepada penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat di era globalisasi saat ini tidak bisa dihindari lagi pengaruhnya terhadap dunia pendidikan. Tuntutan global menuntut dunia pendidikan untuk selalu dan senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Dalam dunia pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi secara umum bertujuan agar siswa memahami alat teknologi informasi dan komunikasi, termasuk komputer atau handphone. Peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, selain membantu siswa dalam belajar juga memiliki peran yang cukup berpengaruh bagi guru   terutama dalam pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan memperkaya kemampuan pengajarnya. Walaupun banyak kendala yang dialami ketika pembelajaran jarak jauh, akan tetapi pemerintah mengusahakan semaksimal mungkin mendukung dan membantunya demi kelancaran pembelajaran.    

——————————————————————————————————
Reporter   : Dewi Yuliani
Editor       : Aan Fadia Annur, M.Pd.
Redaktur  : Departemen Jaringan, Komunikasi dan Informasi
Share:

Rabu, 07 Desember 2022

Tumbuhkan Jati Diri Mahasiswa dalam Organisasi Keagamaan untuk Generasi yang Akan Datang

 

Terkadang heran dengan orang zaman sekarang, seolah memiliki berbagai macam kepribadian. Tak jarang kita bertemu orang pendiam, namun mereka berisik dalam ketikan sosial media. Hal ini membuat kita bertanya-tanya hingga mencari berbagai kemungkinan dan jawaban. Mungkin mereka jenis manusia yang membutuhkan sosial media untuk mengungkapkan gejolak hati dalam dirinya. Mungkin juga mereka bukan tipe orang yang suka bercerita. kemungkinan-kemungkinan dan kemungkinan yang terjadi. Dari sini kita tahu, banyak orang punya pendapat tapi tidak semua orang bisa menyuarakan apalagi secara tepat. Perlu dorongan dan sedikit paksaan agar mereka tahu pentingnya berpendapat.

Untuk mendapatkan kata sepakat, mesti melalui berbagai macam kontra pendapat dan tidak bisa asal jeplak. Maka dari itu perlunya agama dalam bersosialisasi sebagai dasar untuk mendapatkan hasil yang akurat dan sesuai dengan aturan yang beradab, salah satunya adalah melalui wadah organisasi.

HMJ PGMI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan adalah salah satu bentuk wadah untuk memupuk rasa percaya diri, dimana di dalamnya ada berbagai macam divisi departemen. Semuanya melatih rasa percaya diri. Disini kita menitikberatkan pada Departemen Agama dan Sosial. Belajar bersosialisasi secara global sekaligus agama dan tata krama. Mengolah emosi ilmu bahasa dalam bertutur kata.

Departemen agama dan sosial. Dengan cover sebagai salah satu departemen HMJ yang berlatarbelakang agama. Salah satu bentuk wadah untuk belajar dan sekaligus berdakwah dengan menjaga eksistensi kegiatan beragama itu sendiri agar tidak hilang. Seperti Isra mi'raj, Pesantren Ramadan, Ziarah dan kegiatan lainnya yang bersangkutan.

Setiap anak atau mahasiswa belajar di kampus untuk mendapat kan ilmu pendidikan yg diharapkan dapat menunjang masa depan diri mereka masing-masing. Namun pada dasarnya semua hal tersebut dapat diraih dengan ikhtiar dan tidak hanya belajar. Pengalaman dan berbagai macam bentuk kegiatan yang bisa kita lakukan itu juga sangat penting untuk menunjang perilaku maupun kepribadian kita dimasa yang akan datang. Belajar berorganisasi berpendapat secara tepat dan berfikir kritis.

Keyakinan pada nilai agama menjadi spirit organisasi untuk merancang dan merealisasikan tujuannya. Maka organisasi yang berbasis keagamaan memiliki sensitifitas dan orientasi untuk kesejahteraan yang lebih baik.

semakin menguatnya organisasi atau lembaga formal di masyarakat justru akan mempersempit ruang-ruang keagamaan, ternyata tidaklah demikian. Justru dengan hadirnya agama dalam organisasi, maka jangkauan organisasi semakin luas, memasuki sel-sel organisasi secara lebih dalam dan manusiawi.

Jadi, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa setiap orang di media sosial memiliki berbagai macam kepribadian dan berpendapat mereka masing masing, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya berpendapat tidak hanya melalui media sosial dapat dilatih melalui organisasi.

——————————————————————————————————

Reporter   : Delliza Firdaus

Editor       : Aan Fadia Annur, M.Pd.

Redaktur  : Departemen Jaringan, Komunikasi dan Informasi

Share:

Sabtu, 03 Desember 2022

Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Bagi Siswa SD/MI


Pada saat ini pandemi Covid-19 memberikan dampak yang begitu besar terhadap beberapa bidang salah satunya di bidang pendidikan. Proses pembelajaran yang dulunya dari pembelajaran tatap muka bertransformasi menjadi pembelajaran jarak jauh pembelajaran ini tidak menjadi bagian dari banyak institusi pendidikan di Indonesia.

Perubahan ini menjadi berat terutama untuk sekolah level bawah seperti SD/MI, dimana siswa kelas rendah membutuhkan arahan lebih dalam belajar. Terhitung sejak maret 2020, metode daring atau pembelajaran jarak jauh telah berjalan lebih dari satu tahun, Nah dalam proses pembelajaran daring ini memiliki beberapa dampak yang dapat dirasakan peserta didik, guru maupun orang tua di SD/ MI. Dampak yang terjadi selama ini ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negative.

Dampak positif namun di masa pandemi ini perlu di syukuri juga. Salah satu hikmahnya yaitu empati orang tua siswa terhadap perjuangan guru akan lebih meningkat dengn adanya pembelajaran secara daring. Orangtua siswa akhirnya mengetahui dan merasakan betapa besarnya rasa sabar seorang guru untuk mendidik siswa. Dengan adanya pembelajaran daring ini menyadarkan masing-maing pihak bahwa pendidikan perlu kerjasama yang kompak untuk kemajuan bersama.

Tuntutan untuk menjadi melek teknologi di era digital ini sedikit terwujud dengan adanya sekolah daring selama masa pandemi. Guru dan siswa tidak akan menyangka akan terbiasa belajar daring menggunakan beberapa aplikasi, seperti Google Meet, Google Classroom, Google Form, group WhatApp bahkan Zoom Meeting. Menjadi hal yang baru bagi siswa SD/MI, guru, dan para orangtua untuk kreatif dalam menggunakan teknologi dan media agar materi tersampaikan secara utuh dan kedekatan siswa dengan orangtua lebih erat.

Adapun dampak negatif dari masa pandemi ini diantaranya adalah materi pembelajaran atau kompetensi yang dicapai lebih sedikit dari pembelajaran tatap muka,karena sejatinya seorang guru tidak bisa tergantikan oleh siapapun atau tekhnologi apapun karena siwa bukan hanya butuh menjadi pintar namun mereka butuh contoh dan sentuhan kasih dari seorang guru.

Interaksi secara langsung antara siswa dengan temannya dan antara siswa dengan guru hanya sebatas daring. Penggunaan aplikasi daring ini membuat boros dari segi penggunaan kuota, Di samping itu tidak semua orang tua terdidik untuk terbiasa mendampingi anaknya belajar di rumah.

Beberapa dampak positif dan negatif tadi maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa memang pembelajaran tatap muka lebih baik daripada pembelajaran jarak jauh. Guru dapat secara langsung transfer ilmu pengetahuan dan juga dapat membentuk akhlak atau karakter siswa melalui pembiasaan.

Dari segi kompetensi ketrampilan juga guru dapat secara langsung mengajarkan kepada siswa tanpa terkendala komunikasi. Peran guru disini terlihat memang tidak dapat digantikan dengan media apapun. Namun jika ada suatu keadaan yang darurat seperti saat ini maka kita harus siap menyesuaikan diri.

Kemudian untuk semua pihak kita bisa belajar bahwa penguasaan teknologi ini sangat penting di era pandemi saat ini, Khususnya dari segi pendidikan agar siap menghadapi era revolusi industri yang berlangsung di tengah pandemi.

 ——————————————————————————————————

Reporter   : Agung Widodo

Editor       : Aan Fadia Annur, M.Pd.

Redaktur  : Departemen Jaringan, Komunikasi dan Informasi


Share:

Kamis, 01 Desember 2022

Menumbuhkan Jiwa Berwirausaha Melalui PGMI STORE

Seiring pesatnya perkembangan teknologi akibat revolusi industri, revolusi industri 4.0 saat ini telah membawa perubahan pada sendi-sendi kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Peserta didik harus dibekali dengan berbagai keterampilan abad 21 dan dapat menemukan berbagai tantangan kemajuan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pendidikan adalah upaya yang dilakukan untuk menyiapkan siswa melalui kegiatan pembelajaran yang bertujuan membantu siswa secara aktif mengembangkan potensi, kemampuan, dan bakat yang dimilikinya. Pembelajaran dalam dunia pendidikan harus mampu meningkatkan keterampilan proses dan keterampilan sosial siswa. Proses pembelajaran aktivitasnya dalam bentuk intraksi belajar mengajar dalam suasana intraksi edukatif, yaitu intraksi yang sadar akan tujuan, serta didukung dengan komunikasi yang baik, juga harus didukung dengan pengembangan suatu strategi.

Kewirausahaan merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam abad 21, mengingat keterbatasan dukungan sumber daya alam terhadap kesejahteraan penduduk dunia yang semakin bertambah dan semakin kompetitif. Upaya menumbuhkan minat berwirausaha dikalangan mahasiswa merupakan salah satu bentuk keberhasilan perguruan tinggi dalam upaya membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran. Kreativitas dan inovasi merupakan modal awal dalam menumbuhkan minat berwirausaha. Tingginya jumlah angkatan kerja menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah terus menciptakan program kewirausahaan bagi masyarakat terutama dikalangan mahasiswa. Oleh karena itu Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Pekalongan Periode 2022 memunculkan sebuah inovasi progam kerja yang dikenal dengan PGMI Store.

PGMI Store dapat diartikan sebagai toko PGMI. PGMI Store merupakan tempat untuk belajar berwirausaha dan mengembangkan usaha yang dimiliki oleh mahasiswa – mahasiswi PGMI IAIN Pekalongan. Ada tiga kegiatan yang dilakukan dalam PGMI Store, antara lain PGMI cell, PGMI souvenir, dan PGMI snack.

·        PGMI Cell

Pada kegiatan PGMI Cell, HMJ PGMI menyediakan pulsa, kuota internet, tagihan, transfer, dan berbagai top up dompet digital seperti shopeepay, dana, link aja, gopay, serta ovo.

·        PGMI Souvenir

Pada kegiatan PGMI Souvenir, HMJ PGMI menerima pemesanan pembuatan stiker, totebag, gantungan kunci, MMT, dan kalender.

·        PGMI Snack

Pada kegiatan PGMI Snack, HMJ PGMI menerima dan menjualkan barang dagangan berupa snack atau makanan ringan dari mahasiswa PGMI melalui media social HMJ PGMI.

        Harapannya dengan dengan adanya progam kerja tersebut dapat menumbuhkan jiwa berwirausaha dan bermanfaat bagi lingkungan kampus terlebih untuk kalangan mahasiswa – mahasiswi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Pekalongan.

——————————————————————————————————

Reporter    : Akhmad Dalil Rohman

Editor        : Aan Fadia Annur, M.Pd.

Redaktur   : Departemen Jaringan, Komunikasi dan Informasi

Share:

Cari Blog Ini

Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *